Komunitas Pecinta Alam Mapala

Pencinta alam adalah orang yang menyukai, mengagumi, dan menyayangi alam.  Mereka adalah seseorang atau sekelompok orang yang bergerak di alam bebas, pada bidang petualangan, lingkungan hidup dan konservasi alam, pendidikan maupun kemanusiaan.  Terdapat kode etik bagi pecinta alam, bunyi dari kode etik pecinta alam Indonesia adalah sebagai berikut:

Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa

Pecinta Alam Indonesia sebagai bagian dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, bangsa, dan tanah air

Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa segenap pecinta alam adalah saudara sebagai makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah yang Tuhan Yang Maha Esa

Sesuai dengan hakikat di atas, kami dengan kesadaran menyatakan sebagai berikut:

1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa

2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai batas kebutuhannya

3. Mengabdi kepada bangsa dan tanah air

4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitarnya serta menghargai manusia sesuai martabatnya

5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara pecinta alam sesuai dengan asas dan tujuan pecinta alam

6. Berusaha saling membantu dan saling menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, bangsa dan tanah air

7. Selesai

Disahkan dalam Forum Gladian IV di

Ujung Pandang, tanggal 28 Januari 1974, pukul 01:00 WITA

MAPALA UI

Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia atau Mapala UI atau adalah salah satu UKM  di Universitas Indonesia. Kegiatan Mapala UI biasanya fokus kepada kegiatan di alam, olahraga, dan juga lingkungan. Kegiatan di alam terbuka ini diantaranya adalah pendakian ke gunung ,menjelajah hutan, panjat tebing, menelusuri gua, arung jeram, menyelam, dan paralayang. Namun, pendakian gunung dan jelajah hutan lah salah satu kegiatan dan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh tiap anggota Mapala.  

SEJARAH

Mapala UI merupakan kumpulan bagi mahasiswa Universitas Indonesia untuk mengeksplor ke alam bebas, mengabdi pada masyarakat, serta peduli terhadap pelestarian lingkungan. Mapala UI adalah UKM di UI yang berdiri pada tanggal 12 Desember 1964. Mapala UI berdiri di Bukit Ciampea, Bogor. Nama yang digunakan waktu itu adalah Mapala Prajnaparamita. Prajnaparamita diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti Dewi Pengetahuan. Mapala juga bermakna berbuah atau berhasil. Soe Hok Gie (M-007-UI), yang merupakan seorang aktivis mahasiswa terkemuka mengemukakan ide pembentukan organisasi pelopor pecinta alam di UI ini. Jenuh dengan situasi yang penuh intrik dan konflik politik di kalangan mahasiswa waktu itu, Soe Hok Gie mengusulkan untuk membentuk suatu organisasi yang bisa menjadi kumpulan atau himpunan berkumpulnya kelompok – kelompok mahasiswa

Sampai tahun 1970-an, Mapala UI yang telah terbentuk dan disetujui oleh Rektor UI (Prof. DR. Sumantri Brojonegoro (Alm.)) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa adalah milik seluruh mahasiswa UI. Oleh karena itu organisasi–organisasi tersebut setuju untuk bersatu dalam satu wadah yaitu MAPALA UI. Lalu seiring waktu, proses perekrutan anggota mapala dilakukan secara sisitematis dan profesional berdasarkan pengalaman organisasi dan riset akademis. Tertib organisasi diatur dalam Anggaran Dasar Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia dan proses perekrutan serta pelatihan anggota baru (harus mahasiswa Universitas Indonesia, melalui sebuah panitia yang disebut Badan Khusus Pelantikan disingkat BKP.

Keorganisasian

Nilai-Nilai Dasar

Tiga tujuan pokok pembentukan Mapala UI:

1.Memupuk patriotisme yang sehat di kalangn anggotanya. Diyakini oleh para pendiri bahwa sifat ini bisa dicapai hanya dengan hidup di tengah alam dan di antara masyarakat kebanyakan.

2.Mendidik anggotanya baik mental maupun fisik.

3.Mencapai semangat gotong-royong dan kesadaran sosial

Mapala Pertama

Mapala merupakan organisasi yang beranggotakan para mahasiswa yang memiliki hobi yang sama yaitu seperti kepedulian, kecintaan pada alam dan lingkungan hidup. Organisasi Mapala pertama muncur dari Universitas Indonesia (UI). Pada 8 November 1964, Soe Hok Gie menyampaikan gagasan pembentukan organisasi Mapala di UI yang terinspirasi dari Ikatan Pecinta Alam Mandalawangi yang beranggotakan masyarakat umum dan mahasiswa.Gagasan dari Soe Hok Gie di tindaklanjuti secara serius, hingga akhirnya terbentuklah organisasi Mapala UI bernama Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam. Menurut Soe Hok Gie yang dikutip dari Bara Eka, 13 Maret 1966, Mapala mencoba membangun kembali idealisme di kalangan mahasiswa untuk secara jujur dan benar-benar mencintai alam, tanah air, rakyat dan almamaternya. Hingga kini, organisasi mahasiswa pecinta alam tumbuh dan berkembang di berbagai kampus di Indonesia. Selain itu, banyak bermunculan pula komunitas-komunitas dan organisasi siswa yang berbasis cinta terhadap alam dan mengusung kode etik pecinta alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *